Home / Berita Umum / Peristiwa Yang Memakan Satu Korban

Peristiwa Yang Memakan Satu Korban

Peristiwa Yang Memakan Satu Korban  – Kapolsek Metro Penjaringan AKBP, Racmat Sumekar menyatakan, aktor penyerangan pada seseorang anggota polisi di Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, didapati tengah alami stres berat. Aktor didapati bernama Rohandi.

Dalam tindakan itu, Racmat menyatakan jika aktor telah dicheck oleh Densus 88 di Mapolsek Metro Penjaring serta tidak ada hubungannya dengan tindakan teroris.

“Tidak ada (hubungan dengan grup teroris) barusan Densus telah kesini,” tuturnya di Jakarta, Jumat (9/11).

Saat dikerjakan kontrol, Rahandi didapati tengah alami stres berat, hingga perbuatannya disangka dikerjakan di luar logikanya.

“Stres, tidak ada jaringan kemana saja, kebanyakan orang Densus pada kesini sudah dicheck, ia datang dari keluarganya baik-baik. Ia miliki penyakit getah bening sudah dua tahun, sudah sempat di operasi 2x tetapi tidak sembuh-sembuh, kerjaan di pecat sudah 3 tahun kemarin,” tuturnya.

Selain itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan, peristiwa berawal seputar jam 01.35 , dimana aktor hadir ke tempat dengan mengendarai sepeda motor seseorang diri serta memarkirkan kendaraannya di luar serta masuk ke Markas Polsek Metro Penjaringan.

“Lalu aktor turun serta dipanggil oleh petugas SPK, Brigadir Sihite yang lalu aktor langsung menyerang anggota polisi itu dengan memakai sebilah golok serta pisau babi,” kata Argo.

Anggota polisi yang mendapatkan serangan itu juga menghindar serta minta pertolongan angggota lainnya yang tengah berjaga di SPK.

“Aktor selalu menguber serta ke arah lobi SPK. Disana, Kepala SPK, AKP M.A. Irawan berusaha menantang aktor. Mendapatkan perlawanan, aktor selalu menyerang dengan membabi buta. Aktor melempar pisau babi yang dipegang ditangan kirinya serta golok masih tetap dipegang ditangan kanannya. Sekalian menyerang petugas kepolisian serta korban terjatuh terserang sabetan golok aktor serta tentang tangannya memunculkan luka mudah,” tuturnya.

Tidak berhenti sampai disana, aktor kembali menguber anggota polisi lainnya yang berada di ruangan Reserse Kriminil serta PPA. Anggota Reskrim yang lihat aktor mengejarnya.

“Lantas aktor kembali serta menyerang anggota Reskrim yakni Aipda Dedi Raharjo serta Aipda Giyarto. Serta aktor pecahkan pintu kaca ruang dengan golok yang dipegangnya serta menyerang,” kata Argo.

Aipda Dedi serta Aipda Giyarto sudah berusaha menahan tindakan aktor. Tetapi, aktor masih nekat menyerang. Selanjutnya, lanjut Argo, polisi juga memberi tembakan peringatan.

“Lalu Aipda Giyarto melumpuhkan aktor dengan menembak pangkal lengan aktor hingga golok yang dipegang aktor terlempar serta aktor bisa ditangkap. Aktor juga sukses ditangkap. Sampai sekarang, yang berkaitan masih tetap ada ditahan di Markas Polsek Metro Penjaringan,” tuturnya.

About admin