Home / Berita Umum / Kejari Tulungagung dan Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Kejari Tulungagung dan Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Kejari Tulungagung dan Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung serta Bea Cukai Blitar menghancurkan tanda bukti beberapa ratus ribu batang rokok ilegal tiada diperlengkapi pita cukai. Sesaat pengedar rokok ilegal itu sudah divonis 1,5 tahun penjara.

Kepala Seksi Penyelidikan serta Pengusutan (P2) Bea Cukai Blitar, Mashari, menjelaskan proses pemusnahan tanda bukti di halaman kantor Kejari Tulungagung itu dikerjakan sesudah perkaranya divonis pengadilan serta mempunyai kemampuan hukum masih.

“Tanda bukti yang kami musnahkan ada 127 ribu batang. Aktor divonis 1,5 tahun penjara dengan denda Rp 95 juta rupiah, sedang untuk kerugian negaranya Rp 45 juta,” kata Mashari, Rabu (26/12/2018).

Beberapa ratus ribu tanda bukti itu adalah hasil pengungkapan yang dikerjakan petugas Bea Cukai pada pertengahan 2018 lantas, dari terduga Solihun masyarakat Jawa Tengah. Tanda bukti yang didapat dari aktor terbagi dalam sigaret kretek tangan (SKT) serta sigaret kreket mesin (SKM), akan tetapi tidak satupun produk itu diperlengkapi dengan pita cukai.

“Rokok ini disebarkan di lokasi Tululungagung serta sekelilingnya di harga Rp 5-6 ribu/bungkus, walau sebenarnya jika memakai pita cukai harga nya dapat Rp 14 ribu/bungkus. Sebab tiap-tiap batang itu untuk SKM cukainya minimum Rp 300, sedang SKT Rp 100/batang,” katanya.

Mashari menuturkan, dengan perbedaan harga yang berarti itu menyengaja digunakan oleh beberapa aktor usaha rokok ilegal untuk memperoleh keuntungan. Aktor umumnya mengarah kelompok penduduk pedesaan.

Disebutkan, dalam satu tahun paling akhir pihaknya teleh lakukan pengusutan pada 102 peredaran rokok ilegal, akan tetapi dari jumlahnya itu cuma 3 masalah yang masuk step penyelidikan masalah telah incraht, yaitu satu masalah di Tulungagung serta satu di Blitar, sedang satu masalah masih tetap proses penyelidikan.

Selain itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmad Hidayat, menjelaskan masalah peredaran rokok ilegal itu adalah yang paling besar dalam beberapa waktu paling akhir.

“Waktu itu kami ajukan penuntutan 2 tahun penjara serta divonis oleh majelis hakim 1,5 tahun penjara,” tutur Rahmad.

About admin