Home / Berita Umum / Jokowi Dan Ma’ruf Amin Serahkan Kasus Video ‘Sinterklas’ Editan Pada Pihak Kepolisian

Jokowi Dan Ma’ruf Amin Serahkan Kasus Video ‘Sinterklas’ Editan Pada Pihak Kepolisian

Jokowi Dan Ma’ruf Amin Serahkan Kasus Video ‘Sinterklas’ Editan Pada Pihak Kepolisian – Seseorang pria berinisial S (31) diamankan polisi sebab sebarkan video editan Ma’ruf Amin dengan pakaian Sinterklas. Ma’ruf serta calon presiden pasangannya, Joko Widodo berani bicara tentang masalah ini.

Ma’ruf Amin menyikapi enjoy terserang melalui video editan berbaju sinterklas itu. Dia menyatakan tdk sakit hati pada pembuatan hoaks itu.

“Tidak (sakit hati) lah, masak kita sakit hati. Kiai itu tidak bisa sakit hati, udah jadi kiai itu siap buat dibegitukan (difitnah serta hoaks),” kata Ma’ruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018).
Hoaks yang disebut merupakan video Ma’ruf kenakan pakaian Sinterklas waktu ucapkan selamat Natal serta tahun baru. Video itu disebarkan lewat WhatsApp serta social media.

Video itu adalah editan dari video Ma’ruf Amin waktu ucapkan selamat Natal, yang pernah tersebar di social media. Akan tetapi dalam video aslinya, Ma’ruf kenakan pakaian khasnya, yaitu pakaian putih digabungkan jas hitam, serban putih, serta peci.

Polisi lantas tangkap penebar hoaks itu. Mapolres Lhokseumawe tangkap aktor S disangka sebarkan hoaks itu di social media.

Ma’ruf menyerahkan masalah itu terhadap polisi. Walau begitu, bekas Rais Aam PBNU itu menyatakan belum pula ambil sikap buat menanggapi masalah itu.
“Kelak berikan pihak kepolisian saja. Kan kita belum pula tahu siapa yang membuat. Ya kan polisi belum pula kasih tahu kita. Kalaupun polisi udah nanya kelak saya mengambil sikapnya,” kata Ma’ruf.

Jokowi yang disebut pasangan Ma’ruf ikut memberi komentar masalah ini. Petahana presiden ini menghimbau masyarakat buat beretika dalam gunakan internet.

“Ya kita kan telah berulang-kali mengemukakan, mari kita beretika dalam berinternet, tata krama dalam social media hingga yang berkenaan fitnah hoaks, merekayasa gambar-gambar saya duga yang arahnya negatif mesti mulai kita menghilangkan,” kata Jokowi.

Jokowi memberi tambahan, bila ingin membuat kontent atau meme yang menghibur, seharusnya dikerjakan dengan kreativitas yang masih beretika serta menjunjung tata krama. Dia juga menyerahkan seluruhnya permasalahan itu pada pihak kepolisian. Jokowi ikut tetap tunggu berita perubahan masalah itu

“Itu kelak kita berikan pada pihak polisi saja apakah kata. Kita kan belum pula tahu siapa yang revisi. Yang buat saja belum pula tahu,” ucap calon presiden nomer urut 01 itu.

Buat didapati, S yang disangka jadi penebar video hoaks Ma’ruf adalah seseorang pengajar di salah satunya pesantren di Kecamatan Muara Batu. Pihak keluarga menyatakan sekian lama ini S tidak sempat berperan politik praktis.

“Ia tamatan SMP. Di pesantren, ia udah ada kurang lebih 15 tahun. Kesehariannya tdk ke mana-mana. Ia orangnya biasa saja. Kami atas nama keluarga mohon maaf sebesar-besarnya. Kelak, yang berkaitan akan membuat pengakuan permohonan dengan pribadi,” papar Paman S, Bahar mohon maaf atas nama terduga.

About admin