Home / Berita Nasional / Haji Lulung Di Depak Dari PPP

Haji Lulung Di Depak Dari PPP

Haji Lulung Di Depak Dari PPP – Support bekas Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Abraham ” Lulung ” Lunggana, pada pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, bikin dia didepak dari partai berlambang Kakbah itu.

Ketua Umum PPP Djan Faridz memberitakan pemecatan Lulung pada Senin (13/3/2017) sore. Argumennya, Lulung di kira tak mematuhi perintah partai.

Lulung lalu mempertanyakan argumen pemecatannya lantaran dia menilainya pemecatan itu tak punyai argumen yang pasti.

Lulung mengemukakan, tak ada pemberitahuan atau teguran dari DPP PPP berkaitan tuduhan dirinya sendiri tidak taat pada perintah partai.

Menurut Lulung, berdasar pada Aturan Dasar serta Aturan Tempat tinggal Tangga (AD/ART) PPP, sistem pemecatan itu mesti lewat surat teguran I, II, serta III.

” Yang telah di sampaikan Pak Djan Faridz sebagai ketua umum memanglah tak terang, perihalnya di sampaikan. Artinya begini, saya diberhentikan dari Ketua DPW PPP DKI lantaran saya tak taat menggerakkan perintah DPP. Perintahnya apa tak terang, ” tutur Lulung, kala konfrensi pers di Kantor Fraksi PPP, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/3/2017) .

Lulung menuturkan, argumennya mengatasnamakan DPW PPP DKI memberi dukungan Anies-Sandiaga lantaran hingga sekarang ini PPP kubu Romahurmuziy belum memastikan support pada cagub-cawagub yang bakal di dukung pada putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta 2017.

Disamping itu, PPP kubu Djan Faridz, kata Lulung, pilih memberi dukungan pasangan petahana, Basuki ” Ahok ” Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, pada putaran ke-2.

Menurut Lulung, support untuk Ahok-Djarot bertentangan dengan azas yang dipercayai PPP.

Lulung mengemukakan, lantaran perihal itu, pada akhirnya kader PPP DKI Jakarta mengambil keputusan untuk memberi dukungan Anies-Sandiaga serta deklarasi support dikerjakan berdasar pada input beberapa ulama.

Mengenai Lulung menyayangkan sikap Djan yang memberitakan pemecatannya sebagai kader PPP pada media. Lulung terasa kredibilitasnya dirusak lantaran Djan mengumbar permasalahan itu.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengemukakan PPP kubu Djan akan tidak gampang menukar posisinya di DPRD DKI Jakarta lantaran pemecatan tidak sesuai sama AD/ART di PPP.

Diluar itu, PPP kubu Djan tak punyai Surat Ketentuan (SK) Kepengurusan PPP dari Kemenkumham hingga legitimasi pemecatannya lemah. Lulung bakal tetaplah menjaga keanggotannya di PPP.

Lulung mengemukakan, banyak tawaran dari partai politik yang menawarinya rubah partai. Tetapi, Lulung menampik tawaran itu lantaran masihlah terasa jadi kader PPP, partai yang berjasa membesarkan namanya.

” Bila jalinan pribadi serta pekerjaan saya tetaplah sama dia (merajut jalinan dengan Djan) , tapi jalinan politik kami BOLEH lain pendapat. Jalinan silahturahim sebagai umat Islam ya tak apa-apa, saya ketemu cipika cipiki, ” tutur Lulung.

About admin