Home / Berita Umum / Dukun Palsu di Blitar Tipu Pasien Berkedok Masukkan Uang Sedekah ke Kotak Masjid

Dukun Palsu di Blitar Tipu Pasien Berkedok Masukkan Uang Sedekah ke Kotak Masjid

Dukun Palsu di Blitar Tipu Pasien Berkedok Masukkan Uang Sedekah ke Kotak Masjid – Sanggah dapat menyembuhkan, seseorang pria yg mengakui jadi dukun di Blitar menipu pasiennya. Pasien disuruh perlu bersedekah sebesar Rp 2, 5 juta untuk prasyarat kesembuhan. Tragisnya, pemeran berkedok akan masukkan uang sedekah itu ke kotak amal masjid.

Uang dimasukkan ke enam amplop, lantaran uang akan dimasukkan ke kotak amal enam masjid. Akan tetapi kala akan masukkan ke kotak amal masjid, korban diperintah mengambil wudhu. Sewaktu itu pemeran merubah uang dalam amplop dengan potongan kertas.

Perbuatan tipu-tipu ini tersingkap lantaran satu diantaranya korban pada akhirnya terasa berprasangka buruk kapan saja diperintah ambil air wudhu. Korban terus memohon dua temannya memperhatikan pemeran. Serta benar saja, ke-2 kawan korban lihat pemeran masukkan potongan kertas ke amplop yg dimasukkan ke kotak amal selanjutnya.

Korban ini selanjutnya memberikan laporan peristiwa itu ke polisi. ” Pemeran bernama Irsadul Anam berumur 45 tahun. Dia adalah masyarakat Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, ” jelas Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Selasa (25/9/2018).

Sedang korbannya, lanjut Anissullah, adalah petani masyarakat Dusun Pehpulo, Desa Sumbersih bernama Priswoyo. Korban memohon tolong sang dukun untuk menyembuhkan sakit perutnya yg gak kunjung pulih.

” Sebelumnya korban tdk berprasangka buruk kala diperintah mengambil air wudhu dalam suatu masjid di Dusun Kedung Bulus. Korban baru terasa berprasangka buruk kala pemeran pengin masukkan amplop di kotak amal masjid ke-2, di Dusun Sumber Pucung. Dia terus meminta dua temannya memperhatikan perbuatan pemeran. Serta nyata-nyatanya kesangsian korban benar, dua temannya memandang pemeran merubah uang di dalam amplop dengan potongan kertas serta uang kertas Rp 2. 000, ” tukasnya.

Menurut laporan korban, polisi pada akhirnya bisa tangkap pemeran. Barang untuk bukti yg ikut ditangkap dari tangan pemeran merupakan uang tunai sebesar Rp 2, 5 juta dengan detil 21 lembar uang Rp 100 ribu, delapan lembar uang Rp 50 ribu serta enam buah amplop berisi kertas kosong.

Polisi juga mengambil satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dengan nopol AG 6220 KKB warna Hitam. Sepeda motor ini dikira dimanfaatkan pemeran kala menjalankan laganya.

Pemeran selanjutnya diputuskan jadi terduga perkara penipuan serta atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara optimal 6 tahun.

About admin