Home / Berita Umum / Aktor Perampokan Serta Penusukan Sopir Taksi Online Sepasang Pasutri Di Mojokerto

Aktor Perampokan Serta Penusukan Sopir Taksi Online Sepasang Pasutri Di Mojokerto

Aktor Perampokan Serta Penusukan Sopir Taksi Online Sepasang Pasutri Di Mojokerto – Aktor penting perampokan serta penusukan sopir taksi online di Mojokerto rupanya pasutri Eka Wahyu Sumitra alias Eka (23) serta Suswati alias Susi (23). Dibantu dua temannya, mereka punya niat merebut mobil korban. Akan tetapi, tindakan mereka tidak berhasil.

“Aktor empat orang, satu buron inisial FDK. Tiga kami amankan di Situbondo. Dua salah satunya ialah pasutri menjadi aktor penting. Otak aktor suaminya berinisial E (Eka),” kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno pada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Kamis (3/1/2019).

Kapolres menuturkan, Eka serta Susi masyarakat Jalan Kupang Segunting III, Tegalsari, Surabaya keseharian kerja menjadi pengamen jalanan. Kedua-duanya nekat berencana tindakan perampokan taksi online sebab tertekan keperluan keseharian serta utang.

“Motif pidana ini murni ingin kuasai mobilnya korban,” katanya.Pasutri ini juga minta pertolongan 2 temannya, yaitu Isman Cahyo Suryanto (21), masyarakat Desa Blimbingsari, Mojokerto serta FDK yang sekarang buron. Eka pesan taksi online memakai aplikasi Grab, Rabu (12/12/2018) pagi hari.

Mereka naik taksi online yang dikemudikan Yohanes Witondy (50) dari Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto dengan arah lokasi situs Kolam Segaran di Kecamatan Trowulan. Korban asal Perumahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu memakai mobil Datsun Go warna putih nopol L 1828 ML.

Datang di Jalan Bhayangkara, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, persisnya di muka SPBU Gemekan, Eka minta korban hentikan kendaraannya. Terduga berkelit menjemput temannya berinisial FDK.

Sejurus lalu, terduga Isman yang duduk di kursi belakang menangkap leher korban dengan tali tambang warna biru. Sesaat Eka menusuki badan korban dengan sebilah pisau. Mengakibatkan korban alami 16 luka tusuk di sejumlah sisi tubuhnya.

Sebab tidak dapat membawa mobil korban, tempat dekat pom bensin yang kondisinya ramai, beberapa aktor takut, lantas kabur membawa HP serta power bank korban,” jelas Setyo.

Ia pastikan, terduga menyerang korban belasan kali tiada dilandasi perasaan dendam. Menurutnya, korban serta beberapa aktor tidak sama-sama kenal.

“Tusukan sampai 16 kali cuma sebab aktor ketakutan, motifnya murni untuk kuasai mobil korban,” tegasnya.

Ke-3 terduga, lebih Setyo, diamankan waktu bermalam di hotel Situbondo, Senin (31/12). Polisi sangat terpaksa menembak kaki Eka serta Isman karena menantang waktu akan diamankan.

“Terduga kami gunakan masalah 365 KUHP mengenai Pencurian dengan Kekerasan. Intimidasi hukumannya 9 tahun penjara,” pungkasnya.

About admin